Home » , » Cara Mudah Meningkatkan Tenaga Skuter Matik

Cara Mudah Meningkatkan Tenaga Skuter Matik

Written By ahmad muazim abidin on Selasa, 26 April 2011 | 15.20

fotoSeperti pemilik motor jenis lain - bebek maupun sport - tak sedikit pemilik skuter matik yang ingin meningkatkan tenaga tunggangannya tersebut. Namun, rata-rata mereka tak ingin melakukannya dengan ubahan ekstrem di mesin.
 
Alasannya, ubahan yang mereka lakukan disesuaikan dengan  fungsi motor sebagai kendaraan harian dan bukan untuk unjuk kecepatan di laga balap. Pada sisi lain, faktor dana menjadi pertimbangan tersendiri. Maklum, untuk bore up mesin juga tidak murah. Prosesnya pun lebih rumit ketimbang yang non bore up.


Bahkan, peningkatan tenaga di skuter matik tanpa bore up juga cukup mumpuni untuk bermanuver di berbagai lintasan jalan. Terlebih, di jalanan kota yang cenderung stop and go.

Lantas apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan tenaga skuter matik tanpa bore up mesin?

1.      Perbesar rasio kompresi
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbesar tingkat kompresi mesin. Ini bertujuan agar rasio kompresi mesin naik, maka piston standar pasti diganti dengan  produk after market yang berdiameter lebih besar.

Hal itu dimaksudkan agar tekanan udara dan bahan bakar ke ruang bakar semakin besar sehingga pembakaran lebih sempurna. Jika pembakaran sempurna tenaga yang dihasilkan juga besar.

Bila tidak ingin membeli piston after market, Anda bisa memangkas permukaan piston. Namun jangan terlalu banyak, cukup 1 - 1,5 milimeter (mm).
 
2.      Pangkas bobot Roller
Roller yang berbentuk lingkaran berfungsi untuk memberikan tekanan keluar terhadap variator untuk menarik drive belt sehingga motor dapat bergerak. Dengan kata lain, kinerja variator untuk menggerakkan drive belt sangat tergantung pada kemampuan roller menariknya.

Oleh karena itu, agar roller bisa bekerja dengan maksimal maka bobotnya harus dipangkas. Namun dengan catatan, pengurangan bobot itu jangan lebih dari 2 gram dibanding bobot semula. Caranya dengan membubut peranti itu.
 
3.      Ganti noken as dan setel ulang klep
Noken as adalah peranti yang berfungsi untuk mengatur waktu buka tutup klep dan membawa bahan bakar untuk disalurkan ke  ruang bakar mesin. Sehingga, bila kinerja peranti ini sempurna , maka proses pembakaran juga akan semakin maksimal.

Jika itu terjadi maka semburan tenaga dari mesin pun semakin besar. Oleh karena itu, perlu mengganti noken as bawaan pabrik dengan peranti sejenis dari after market. Sebab, noken as after market umumnya telah disesuaikan setingannya untuk memperbesar asupan bahan bakar.

Meski demikian, klep  - baik klep inlet maupun exhaust- tersebut juga perlu disetel ulang. Pastikan tingkat kerapatan klep inlet pada posisi antara 0,15-0,20 mm dan klep exhaust 0,07-0,1 mm.
 
4.      Setel ulang spuyer
Pada intinya, langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan ubahan di noken as dan kompresi.  Namun, setingan ini tidak baku. Sehingga berapa ukurannya tidak bisa ditentukan. Yang pasti, bila pemilik motor masih menggunakan filter udara, spuyer dibikin kering. Dan sebaliknya, bila tidak menggunakan filter dibuat basah.

Seting ulang spuyer, tergantung dengan keinginan dari si pengguna skutik tersebut. Bila masih ingin mempertahankan penggunaan filter udara, maka penyetelan dibuat kering. Tapi bila maunya open filter, mau tidak mau perbandingan penyetelan dibuat basah.
 
5.      Porting
Porting adalah langkah untuk menghaluskan permukaan lubang saluran inlet dan exhaust. Pasalnya permukaan peranti itu berbintik-bintik seperti kulit jeruk, sehingga semburan bahan bakar kadang-kadang tidak sederas yang diinginkan.

Lantaran itulah perlu dilakukan penghalusan permukaan lubang saluran  tersebut. Namun, yang perlu diingat jangan terlalu banyak memangkas permukaan, cukup 0,5 mm.
 
6.      Bobok knalpot
Idealnya memang menggunakan knalpot after market atau racing. Pasalnya, knalpot model ini biasanya dirancang memiliki tekanan balik gas sisa pembakaran ke ruang bakar yang sempurna. Sehingga kehadirannya akan meningkatkan kesempurnaan proses pembakaran.

Namun,  bila tidak suka menggunakan knalpot racing, bisa menggunakan knalpot bawaan pabrik. Namun knalpot itu harus dimodifikasi terlebih dahulu atau dibobok.


 diolah dari http://www.tempointeraktif.com/hg/motor/2011/04/15/brk,20110415-327736,id.html
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berpendapat pada artikel yang sudah Anda baca. Semua komentar tentang sanggahan, pertanyaan dan lain sebagainya akan dimoderasi terlebih dahulu.

Artikel Rekomendasi Slide Out For Blogger
 
Support : KaAzima's Blog | KaAzima's Gallery | KaAzima's Blogazine
Copyright © 2013. OTOMOTEKNO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger